Showing posts with label Materi. Show all posts

Praktikum Reaksi Endoterm dan Eksoterm pada PJJ dapat dilakukan dengan menggunakan fitur Laboratorium Maya Pada Portal Rumah Belajar. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan proses pembelajaran yang banyak dilakukan saat ini. Pandemi Covid-19 membuat PJJ menjadi pilihan yang harus diambil. Ketercapaian kurikulum tidak lagi menjadi fokus utama. Kebermaknaan PJJ dan partisipasi siswa lebih diprioritaskan.





Kimia merupakan mata pelajaran yang tidak dapat lepas dari praktikum di laboratorium. Tujuan pratikum yaitu agar siswa mendapat keterampilan teknis, misalnya, manipulasi peralatan dan material, observasi, pengumpulan data, analisis data, interpretasi hasil observasi, pemecahan masalah, kerja tim, mendesain eksperimen, dan keterampilan berkomunikasi. PJJ membuat tidak memungkinkan dilaksanakan praktikum langsung di laboratorium.


Tujuan praktikum walau tidak secara utuh harus tetap diperoleh siswa. Mengatasi hal ini maka digunakanlah Laboratorium Maya yang merupakan salah satu fitur utama portal Rumah Belajar. Kali ini siswa SMN 2 OKU kelas XI IPA menggunakan Laboratorium Maya pada materi Reaksi Eksoterm dan Endoterm. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman belajar untuk membuktikan Reaksi Eksoterm dan Endoterm pada reaksi secara langsung. Siswa dapat pengumpulan data, analisis data, interpretasi hasil observasi, pemecahan masalah dan mendapatkan keterampilan komunikasi dengan membuat laporan hasil praktikum.

Berikut disajikan tutorial penggunaan Laboratorium Maya para Reaksi Eksoterm dan Endoterm.




Multimedia Pembelajaran Interaktif merupakan suatu media yang memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan media yang kita buat. Media ini menarik untuk digunakan karena siswa dapat berinteraksi. Pembelajaran harus menyenangkan bagi siswa. Untuk itu seorang guru dituntut untuk mampu menghadirkan media pembelajaran yang menarik. 

Multimedia Interaktif Koloid_Rani Nawang Sari

Mata pelajaran kimia merupakan pelajaran yang sulit dilihat oleh mata biasa. Perlu bantuan alat untuk mengamati dan memperjelas partikel-partikel kimia. Pada materi koloid penggunaan Multimedia Pembelajaran Interaktif merupakan pilihan yang baik. Multimedia Pembelajaran yang lainnya bisa ditemukan pada portal Rumah Belajar




Zaman menjadi siswa, media pembelajaran hanya sebatas charta, molymood, dan Over Head Proyektor (OHP). Dulu kalau Bapak atau Ibu guru datang ke kelas dan membawa charta saya senang sekali. Apalagi kalau menggunakan OHP, rasanya seperti nonton bioskop. Seni menulis pada plastik transparan sangat berkembang di masa itu. Antusias sekali walau media pembelajarannya sederhana jika dibandingkan dengan media yang berkembang saat ini.

Ketika menjadi mahasiswa mulai kenal dengan berbagai media pembelajaran, tidak sebatas OHP dan charta. Mulai belajar menggunakan powerpoint dan flash player. Rasanya bangga sekali bisa membuat beberapa slide powerpoint. Mengumpulkan banyak sekali file powerpoint untuk digunakan dalam praktek mengajar. Selain itu untuk bekal mengajar jika lulus kuliah.

Sekarang saat sudah menjadi guru media pembelajaran tidak hanya berkutat dengan slide powerpoint apalagi OHP. Saat ini media pembelajaran berkembang amat pesat. Tinggal menyesuaikan dengan Kompetensi Dasar yang akan disampaikan. Setiap media pembelajaran mempunyai keunikan dan katakter masing-masing. 

Menggunakan media yang berbeda setiap mengajar dapat menambah motivasi siswa dan daya tarik materi yang diajarkan. Apalagi untuk mata pelajaran yang kurang diminati siswa, kita harus pandai memilih media. Disamping itu pemilihan media harus disesuaikan dengan karakter siswa. Apakah mampu dan mempunyai fasilitas untuk mengakses media yang diberikan. Media yang canggih tidak akan berarti apapun saat siswa tidak memiliki kemampuan untuk mengaksesnya. Selain masalah akses, minat siswa ternyata juga harus diperhatikan. Ada siswa yang antusias saat disajikan video pembelajaran, ada yang bersemangat saat diberikan materi dalam bentuk multimedia interaktif. Tetapi tidak sedikit siswa yang menyukai materi kimia dalam bentuk cerpen atau puisi. Disaat yang lain ada siswa yang membuat blog untuk menjawab tugas guru yang juga diberikan melalui blog.
Seperti halnya makanan kesukaan, siswa juga memiliki media kesayangan masing-masing. Proses pembelajaran saat ini bukan lagi teacher center tetapi student center, sehingga kita harus membuat siswa merasa nyaman dalam belajar dan memerdekakan mereka dalam proses yang ada. Menyajikan berbagai media merupakan salah satunya. Biarkan siswa memilih media mana yang nyaman untuknya.

Podcast merupakan akronim dari Portable on Demand Broadcast. Sebuah teknologi saluran distribusi konten audio melalui internet yang mulai dikenal sejak awal tahun 2004. Istilah podcast berawal dari iPod Cast–Broadcasting, salah satu fitur iTunes pada perangkat Apple. Ben Hammersley, jurnalis asal Inggris adalah yang membuat nama tersebut. Berdasarkan dari artikelnya yang membahas tentang fenomena ramainya pengunduhan program audio di Internet, (Good News from Indonesia, 2020).

Platform audio on demand yang didefinisikan sebagai media rekam digital melalui saluran distribusi internet adalah tren baru bagi pendengar radio dan pengguna konten audio secara umum. Pengguna dapat mengunduh ke komputer atau perangkat elektronik mobile baik secara berbayar maupun gratis. Konten podcast biasanya dikemas secara episodik. Artinya materi konten podcast disampaikan secara ringan, mudah dicerna, dan jauh dari kesan “berat”. Satu lagi yang membuat podcast dinanti adalah penayangannya yang biasanya berkesinambungan. Inilah beberapa lasan podcast digemari dan grafiknya terus naik bahkan mulai trending di awal tahun 2018. Dari sinilah mulai muncul podcaster, istilah bagi creator konten podcast, serta ragam materi konten podcast yang semakin bertambah dan berkembang. Nah, bagaimana jika kita coba aplikasikan dalam konteks pembelajaran?

Podcast untuk pembelajaran adalah bagaimana memanfaatkan podcast untuk kepentingan pencapaian tujuan kegiatan pembelajaran. Ini adalah upaya memadukan prinsip-prinsip pembelajaran yang selalu by design, dengan memanfaatkan kanal teknologi podcast yang relatif spontan, mengalir apa adanya, sebagai media penyampai pesan–pesan pembelajaran. Sehingga memandang podcast bukan hanya sebagai konten audio berbasis internet, melainkan sebagai salah satu alternatif sumber belajar bagi pencapaian tujuan pembelajaran.

BENTUK MOLEKUL

Teori domain elektron adalah suatu cara meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori tolak-menolak elektronelektron pada kulit luar atom pusat.Teori domain elektron merupakan penyempurnaan dari teori VSEPR(Valence Shell Electron Pair Repulsion).Domain elektron berarti kedudukan elektron atau daerah keberadaan elektron, Jumlah domain elektron ditentukan sebagai berikut :
a. Setiap elektron ikatan (baik itu ikatan tunggal, rangkap, atau rangkap tiga) berarti 1 domain.
b. Setiap pasangan elektron bebas berarti 1 domain.

     Jumlah domain elektron dalam beberapa senyawa


Teori domain elektron mempunyai prinsip-prinsip dasar sebagai berikut :
a. Antar domain elektron pada kulit luar atom pusat saling tolak-menolak sehingga domain elektron akan mengatur diri (mengambil formasi) sedemikian rupa, sehingga tolak-menolak di antaranya menjadi minimum.
b. Urutan kekuatan tolak-menolak di antara domain elektron adalah:
Tolakan antar domain elektron bebas > tolakan antara domain elektron bebas dengan domain elektron ikatan >tolakan antardomain electron ikatan.
c. Bentuk molekul hanya ditentukan oleh pasangan elektron terikat

Susunan ruang domain electron yang menghasilkan tolakan minimum

Merumuskan Tipe Molekul

Tipe molekul merupakan suatu notasi yang menyatakan jumlah domain (pasangan elektron) disekitar aton pusat dari suatu molekul, baik domain bebas maupun domain ikatan.Jumlah domain (pasangan elektron) dalam suatu molekul dapat dinyatakan sebagai berikut:

 

· Atom pusat dinyatakan dengan lambang A
· Domain elektron ikatan dinyatakan dengan X
· Domain elektron bebas dinyatakan dengan E.

Tipe molekul ditentukan dengan cara sebagai berikut :

1. Senyawa Biner Berikatan Tunggal
Jika atom pusat hanya berikatan tunggal, maka setiap ikatan hanya menggunkan satu elektron dari atom pusat. Dengan demikian, jumlah pasangan elektron bebas (E) sesuai dengan rumus berikut :

Dengan, 
EV : jumlah elektron valensi atom pusat
X : jumlah domain elektron ikatan
E : jumlah domain elektron bebas 

Dengan demikian, Tipe molekul dapat dinyatakan dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
· Menentukan jumlah elektron valensi atom pusat (EV).
· Menentukan jumlah domain elektron ikatan (X).
· Menentukan jumlah domain elektron bebas (E). 

2. Senyawa Biner Berikatan Rangkap atau Ikatan Kovalen Koordinat
Jika atom pusat membentuk ikatan rangkap atau ikatan kovalen koordinat, maka setiap ikatan akan menggunakan dua elektron valensi dari atom pusat. Dengan demikian, jumlah pasangan elektron bebas (E) a sesuai dengan rumus :

Dengan
EV : jumlah elektron valensi atom pusat
X’ : jumlah elektron yang digunakan atom pusat
E : jumlah domain elektron bebas 

Berbagai kemungkinan bentuk molekul berdasarkan teori domain electron 


Powered by Blogger.