Showing posts with label Komunitas Belajar. Show all posts

SMAN 2 Ogan Komering Ulu memiliki Komunitas Belajar dengan nama Komunitas Smanda Belajar (KSB). SMAN 2 Ogan Komering Ulu menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka level Berbagi. Dalam rangka berbagi maka KSB menggandeng komunitas dari sekolah sekitar untuk mengajakan kegiatan Bimtek Percepatan Pelaksanaan IKM. Kegiatan ini diikuti komunitas belajar dari SMAN 14 OKU, SMAN 15 OKU, SMAN 16 OKU, SMA Kurnia Jaya, SMKN 4 OKU dan SMK Dhurul Khuldi.

Melalui kegiatan ini saya turut berbagi praktik baik pembelajaran berbasis TIK yang saya lakukan. Selain itu saya juga membagikan bagaimana pemanfaatan PMM untuk menyelesaikan rekomendasi belajar rapor pendidikan sekolah. Melalui kegiatan ini rekan-rekan guru menjadi paham bagaimana pemanfaatan akun belajar.id dalam kaitannya dengan teknologi untuk menghadirkan pembelajaran di kelas. Hal baik dari kegiatan kolaborasi ini adalah akan dilakukan kegiatan rutin kolaborasi antar komunitas belajar dengan harapan dapat saling menginspirasi dan memotivasi antar sesama anggota komunitas belajar.








Webinar SMART-ID (Strategi Mendukung Adopsi Pembelajaran Berdiferensiasi ini dilaksanakan sesuai jadwal yaitu hari Selasa 17 Oktober 2023. Kegiatan ini dilakukan melalui Komunitas Belajar PMM "Sahabat PembaTIK". Pembicara pada webinar merupakan kolaborasi dari tiga Sahabat Teknologi yaitu Randy Oktari (Sahabat teknologi OKU Selatan), Rani Nawang Sari (Sahabat Teknologi OKU) dan Febri Sulih Pambudi (Sahabat Teknologi dari Musi Rawas Utara). Webinar ini dibuka oleh Kepala Balai Guru Penggerak Sumatra Selatan ibu Dra. Ohorella Erma, M.Ikom. Pada kesempetan ini beliau berpesan untuk menghadirkan pembelajaran berdiferensiasi kepada anak agar bisa mengakomodir potensi yang berbeda-beda dari mereka.


Sebagai pembicara pertama Rani Nawang Sari dengan praktik baiknya PROFILATEK (Project Based Learning Lateks dengan Teknologi). Disini bu Rani memaparkan praktik baik yang dilakukan dengan melakukan metode Projek Based Learning pada pembelajaran Kimia dengan pendekatan kontekstual dan STEAM. Dimana tugas anak disampaikan melalui googel Classroom dan laporan projek dibuat dalam bentuk infografis/poster menggunakan canva for education yang memanfaatkan akun belajar.id. Selanjutnya Bapak Febri Sulih Pambudi mendapatkan giliran kedua menyampaikan praktik baik Pembelajaran Kimia Menarik dan Berdifferensiasi dengan TIK. Beliau membagikan praktik baik pembuatan microsite dengan menggunakan Google slide yang memanfaatkan akun belajar.id. Pada bagian akhir bapak Randy Oktari menyampaikan praktik baik yang berjudul BERBATIK MAPAN (Pembelajaran Bahasa INGGRIS berbasis TIK dengan MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF menyenangkan dan ramah jaringan).

Setelah sesi pemaparan praktik baik, dibuka sesi tanya jawab. Peserta terlihat antusias dan mengajukan beberapa pertanyaan. Antara lain pertanyaan dari Bapak Wisnu Nata bagaimana membuka file yang didownload melalui chromebook agar dapat dibuka dengan aplikasi Ms Word. Lalu Saya menjawab bahwa hal tersebut tidak bisa dilakukan karena Chromebook memiliki Google Docs yang sudah terintegrasi. Sedangkan Ms Word tidak terintegrasi dengan Chromebook. Sehingga bapak Wisnu Nata cukup membuka file dari chromebook dan membiasakan diri dengan google docs baik secara online maupun offline.

Berikut video berbagi praktik baik dalam Webinar SMART-ID



DOKUMENTASI KEGIATAN






DAFTAR HADIR KEGIATAN


Kali ini Komunitas Smanda Belajar berkolaborasi dengan Komunitas Belajar SMAN 4 Tanjung Jabung Barat dalam suatu webinar dengan tema "Praktik Baik Pembelajaran Berbasis TIK". Komunitas Smanda Belajar membuat webinar di PMM dengan link yang sama dengan Komunitas Belajar SMAN 4 Tanjung Jabung Barat. Sehingga kedua anggota komunitas dapat berbagi pengalaman dan praktik baik.





Komunitas Belajar adalah sekelompok guru, tenaga kependidikan, dan pendidik lainnya yang memiliki semangat dan kepedulian yang sama terhadap transformasi pembelajaran melalui interaksi secara rutin dalam wadah di mana mereka berpartisipasi aktif. Adapun manfaat dari komunitas belajar ini adalah memfasilitasi belajar bersama tentang Kurikulum Merdeka, memfasilitasi diskusi pemecahan masalah sekaligus berbagi praktik baik Kurikulum Merdeka, memfasilitasi kolaborasi pengembangan perangkat ajar berbasis Kurikulum Merdeka dan memfasilitasi refleksi pembelajaran rekan sejawat. Apabila ingin mendaftar Komunitas Belajar bisa dilakukan di Platform Merdeka Mengajar dengan syarat pengurus sudah menyelesaikan minimal satu topik Pelatihan Mandiri.

Praktik Baik Pembelajaran Berbasis TIK yang diangkat kali ini adalah Praktikum Virtual Enzim Katalase Memanfaatkan Fitur Laboratorium Maya dari Portal Rumah Belajar oleh Pak Rahmat Effendi dari Komunitas Belajar SMAN 4 Tanjung Jabung Barat dan Implementasi Rumah Belajar dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Wujudkan Ekosistem Digital oleh Ibu Rani Nawang Sari dari Komunitas Smanda Belajar. 

Pada saat webinar berlangsung ternyata banyak peserta diluar komunitas juga ikut bergabung, seperti dari Jombang, Sumatra Barat, Pontianak, Banjarnegara. Sehingga makin seru sharing dan diskusi yang terjadi. Hal ini disebabkan pengalaman dan temuan yang berbeda dari masing-masing peserta serta saling refleksi pembelajaran yang telah dilakukan. Kegiatan webinar bisa disaksikan pada video berikut

Referensi: Materi “Komunitas Belajar” dari Bimbingan Teknis Penguatan IKM di Tangerang, pada 13 - 16 Juni 2022



 

Peta Budaya merupakan salah satu fitur dalam platform Rumah Belajar. Pada pelaksanaan projek kearifan lokal, peta budaya merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai kegiatan siswa. Pada pelaksanaan projek guru diminta untuk membuat modul projek yang berisi aktifitas yang harus dilakukan siswa. Berbeda dengan modul ajar dalam modul projek harus memuat beberapa tahap yaitu 

  1. Tahap Temukan
  2. Tahap Bayangkan
  3. Tahap Lakukan
  4. Tahap Bagikan
Pada tahap temukan guru diminta untuk merancang kegiatan dimana siswa mampu mengidentifikasi diri dan sosial, serta tantangan yang ada disekitar terkait dengan kearifan lokal budaya. Untuk itu tentu siswa harus dibekali dengan berbagai informasi dan pengalaman belajar mengenai berbagai kearifan lokal yang ada disekitar.



Fitur Peta Budaya menyajikan berbagai macam kebudayaan dan sejarah dari kearifan lokal yang ada di Indonesia. Begitu juga dengan adat istiadat, dan permainan tradisional yang ada. Ada pula informasi mengenai museum yang bisa jadi tidak terdapat di daerah tinggal siswa. 

Setelah siswa menggali identitas diri dan sosial serta menemukan tantangan yang ditemui dari segi kearifan lokal baru bisa melangkah ke tahap selanjutnya yaitu bayangkan. Harapannya setelah menelusuri fitur Peta Budaya siswa bisa mendapat gambaran apa yang harusnya mereka lakukan setelah menemukan tantangan yang ada. 

Setelah siswa selesai hingga tahap akhir dari modul projek yaitu tahap bagikan, maka siswa dituntut untuk mampu menunjukkan apa yang diperolehnya setelah melakukan kegiatan projek. Pada tahap ini siswa diminta membuat Portofolio Digital sebagai salah satu bekal agar siswa memiliki kecakapan digital dan dapat diaplikasikan dalam kebidupan bermasyarakat kelak. Penggunaan Portofolio Digital juga dalam rangka perwujudan ekosistem digital sekolah. Protofolio Digital yang dibuat siswa dalam bentuk google site yang memuat seluruh aktifitas siswa selama mengikuti Projek. Link Portofolio Digital Siswa juga bisa dilihat dengan klik disini.

Praktik baik ini dibagikan dalam webinar Komunitas Belajar.id Sumatra Selatan "Praktik Baik Pemanfaatan Rumah Belajar" yang bisa disimak dalam video dibawah. Webinar ini merupakan kolaborasi dengan Sahabat Rumah Belajar Sumatra Selatan tahun 2022 yang terdiri dari Rani Nawang Sari, Febri Sulih Pambudi, Randy Oktari, dan Syari Hasniati. Masing-masing membawakan praktik baik yang sudah dilakukan. Selain saya Rani Nawang Sari dengan praktik baik Pemanfaatan Peta Budaya dalam Projek Kearifan Lokal, juga ada Febri Sulih Pambudi dengan judul Sumber Belajar Mempermudah Pemahaman Pembelajaran Kimia. Randy Oktari menyampaikan Pemanfaatan Fitur Rumah Belajar Edugame untuk Pembelajaran yang Menyenangkan. dan Syari Hasniati berbaci cara Mengembangkan Bernalar Kritis dengan Bermain Augmented Reality Rumah Belajar. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Balai Guru Penggerak ibu Ohorella Erma dan Pembicara Tamu Bapak Wahyu Hidayat sebagai Duta Rumah Belajar 2021.


Sekolah tidak hanya mencetak siswa dengan kemampuan kognitif yang baik, tetapi juga memiliki disiplin positif yang baik. Suasana positif sangat mendukung dalam menciptakan pembelajaran yang kondusif karena dengan suasana yang positif, murid dan guru akan menemukan suatu kondisi pembelajaran yang menyenangkan sehingga proses pembelajaran dapat berjalan tanpa adanya suatu beban. Tapi suatu kebutuhan suasana positif juga akan membantu menggerakkan moral yang positif bagi murid sehingga karakter murid tidak hanya terbentuk dari akademik/intelektualnya saja tapi juga dari lingkungan yang ada..

Disiplin positif merupakan uatu cara penerapan disiplin tanpa kekerasan dan ancaman. Melibatkan komunikasi tentang perilaku yang efektif antara guru dan murid Murid diajarkan untuk memahami konsekuensi dari prilaku mereka selain itu disiplin positif juga mengajarkan murid tanggung jawab serta rasa hormat dalam berinteraksi dalam lingkungannya. Disiplin posistif merupakan salah satu cara penerapan disiplin yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran serta memberdayaan murid untuk melakukan sesuatu tanpa sogokan, ancaman maupun hukuman. Disiplin positif akan melahirkan nilai-nilai kebajikan.

Hukuman bersifat tidak terencana atau tiba-tiba. Hukuman yang diberikan bisa berupa fisik maupun psikis, murid/anak disakiti oleh suatu perbuatan atau kata-kata. Konsekuensi, sudah terencana atau sudah disepakati; sudah dibahas dan disetujui oleh murid dan guru. Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004)

   

Silahkan simak kegiatan Webinar Komunitas Belajar.id dengan topik Budaya Positif

 

Festival Panen Hasil Belajar di Lokakarya 7 di warnai dengan Unjuk Bakat para Calon Guru Penggerak (CGP). Selain melestarikan kearifan budaya lokal, para CGP ternyata memiliki bakat terpendam yang luar biasa. Menyanyikan lagu daerah Lahat Sawe Melile. Lagu ini menceritakan tentang keindahan Kabupaten Lahat dengan udaranya yang sejuk dan kemakmuran masyarakatnya. Keseharian masyarakat yang berkebun kopi di kaki bukit yaitu bukit Jempol dan Selero. 

Lagu ini dibawakan oleh kelimabelas CGP kabupaten Lahat yaitu Anita Ekawati (SMAN 4 Lahat), Chandra Arisandy (SD 11 Lahat), Wiwin Wendriani (SMPN 2 Mulak Ulu), Liskawati (SMPN 1 Pseksu), Merliana (SDN 7 Lahat Selatan), Maretha Ibratalia (SMPN 1 Pajar Bulan), Titin Anggraini (TK Pertiwi), Marleny (SMPN 2 Lahat Selatan), Efti Ayu Setia Pertiwi (SD IT ABA TA TSA), Reny Febrika Sary (SMPN 2 Mulak Ulu), Indra Gandi (SDN 11 Merapi Barat), Mimi Priyanti (SDN 8 Pagar Gunung), Chichi Permata (SMAN 4 Lahat), Ike Wardhana Efroza (SMP Islam Terpadu Ikhlas Cendikia Lahat), Wiwin Apriyani (SMAN 1 Gumay Ulu).

Melihat makna dari lagu Sawe Melile tidak heran mengapa para CGP memilih membawakan lagu tersebut. Sarat akan makna, bagaimana kecintaan terhadap daerah Lahat yang indah dan elok dengan sumber daya yang melimpah. Nada lagu yang enerjik dan enak didengar menambah betah para tamu menikmati sajian unjuk bakat ini.

Selain menyanyi ada juga tampilan puisi yang dibawakan oleh Bu Reny CGP dari SMPN 2 Mulak Ulu dan Bu Chichi dari SMAN 4 Lahat. Sungguh luar biasa puisi ini dibawakan. Penuh penghayatan dan penampilan yang luar biasa. 

Video unjuk bakat bisa disimak berikut ini



Powered by Blogger.