Showing posts with label Rumah Belajar. Show all posts

Projek Kearifan Lokal merupakan salah satu dati 3 tema yang dipilih pada fase E Kurikulum Merdeka di SMAN 2 OKU. Pada pelaksanaannya murid diarahkan untuk melakukan serangkaian kegiatan agar dimensi dari Profil Pelajar Pancasila dapat berkembang sesuai harapan. Seperti salah satunya Dimensi bernalar kritis. Murid diharapkan dapat mengidentifikasi, menganalisis dan mengolah informasi dan gagasan. Sehingga diharapkan pada akhir fase murid dapat secara kritis mengidentfikasi serta menganalisis gagasan serta informasi yang kompleks dan abstrak dari berbagai sumber. Memprioritaskan suatu gagasan yang paling relevan dari hasil klarifikasi dan analisis. 

Untuk itu pada pelaksanaannya murid memerlukan kegiatan dimana dirinya dapat mengidentifikasi dan menganalisis kearifan lokal yang ada. Peta Budaya merupakan salah satu fitur pendukung dari portal Rumah Belajar yang digunakan dalam mendukung kegiatan murid pada bagian ini. Pada Peta Budaya murid bisa menemukan berbagai budaya di Indonesia dan ragam keunikan lainnya. Sehingga murid dapat mengidentifikasi dan menganalisis berbagai ragam kearifan lokal yang ada. Hasil ini dikombinasi dengan wawancara terhadap rekan sebaya, kakak kelas dan para guru terkait kearifan lokal masing-masing akan didapatkan suatu informasi yang lengkap. Hingga akhirnya setelah proses tersebut dilakukan murid dapat memprioritaskan suatu gagasan. 

Setelah mendapatkan suatu gagasan untuk ditindaklanjuti dan dianalisis sehingga murid mendapatkan suatu karya untuk dipresentasikan. Kumpulan karya murid dilaporkan dalam format portofolio digital sehingga hal ini akan menjadi lebih dekat dengan teknologi. Upaya ini diwujudkan dalam rangka membentuk ekosistem digital di sekolah.  

Silahkan klik link berikut untuk memberikan umpan balik karya saya di PMM  https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/143449. Untuk proses kegiatan projek kearifan lokal dan pameran karya bisa disimak pada video berikut.


Mengajar Pakai Teknologi? Gimana Bisa? Sinyal Aja Ga Ada?

Situ enak sekolahnya fasilitas lengkap, sinyal kenceng. Lha saya?

Di tempat kami tidak ada sinyal, jadi ga bisa pakai aplikasi seperti yang lain?

Saya sudah nyaman mengajar seperti ini, anak-anak juga tidak masalah. Kenapa harus repot-repot?

Kalimat-kalimat diatas sering kali saya jumpai saat saya mengajar rekan-rekan guru mengajar menggunakan teknologi. Atau istilah saya "MARI MENGETIK" Mari Mengajar Terintegrasi TIK. Penolakan, rasa putus asa, terkesan tidak perduli dengan apa itu teknologi dan penerapannya dalam proses pembelajaran di kelas. Padahal sejatinya teknologi akan membantu kita dalam proses pembelajaran, akan lebih efektif dan efisien. 

Menurut Profesor Richardus Eko Indrajit, guru yang berhenti belajar pada hakikatnya telah berhenti menjadi guru. Karena sejatinya guru adalah pembelajar sepanjang hayat. Tentu pernyataan ini adalah suatu hal yang menohok atas profesi kita sebagai seorang guru. Dimana kita harus selalu belajar dan belajar sepanjang hayat. Mempelajari perkembangan inovasi baru dalam pembelajaran di kelas termasuk didalamnya teknologi. Bagaimanapun peran guru tidak akan bisa dan pernah tergantikan oleh teknologi sampai kapanpun. Mengapa? karena teknologi tidak bisa memberikan inovasi, aspirasi, inspirasi, sosok figur yang akan dikenal oleh sang murid. Tetapi apabila guru tidak memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran maka hanya tinggal menungu waktu dia akan tergantikan.



Mengatasi masalah ketiadaan sinyal dan fasilitas yang ada, ini adalah tantangan yang harus ditaklukkan. Sebagai seorang guru kita harus bisa menaklukkan tantangan itu. Saat tatap muka terbatas dimulai, salah satu kelas yang saya ajar, sebagian besar murid bertempat tinggal di daerah yang sulit sinyal walau mereka mempunyai ponsel pintar. Untuk akses internet harus mencari ketempat yang jauh atau memanjat pohon yang tinggi. Konsidi ini harus diatasi agar siswa bisa belajar dengan nyaman. 

Saya menyiapkan Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) agar siswa bisa membukanya dirumah berulang kali tanpa hawatir kualitas sinyal. Saat murid jadwal datang tatap muka di sekolah, maka saat itulah saya membagikan MPI melalui bloothoth, atau share it agarmurid bisa mengunduh MPI dalam bentuk apk tanpa harus menggunakan internet. Pada akhirnya murid bisa membuka ulang dirumah untuk dipelajari dan dipahami. Murid senang, pekerjaan guru menjadi ringan, teknologi selalu membantu menyelesaikan tantangan. 


Jalan-jalan kepasar batik
Jangan lupa membeli bakpia pathuk
Tahun ini berlayar di Pembatik
Mengajak rekan Mari MengeTIK

Mari MengeTIK
Mari Mengajar terintegrasi TIK
Ayo kita hadirkan pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan murid.
Murid lahir dengan kodrat alam dan zaman. Jadi pahami kodrat alam murid, integrasikan pembelajaran dengan kodrat zaman murid. 

Ada banyak cara untuk memahami kodrat alam murid. Dengan melakukan wawancara, pengisian quisioner, pengamatan lingkungan, dan masih banyak cara lainnya. Hal ini akan menjadi salah satu pertimbangan dalam mendesain proses pembelajaran di kelas. Sehingga kita sebagai guru akan bisa menghadirkan pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan murid. 

Kodrat zaman juga tidak boleh luput dari perhatian. Kita harus mampu membimbing murid agar dapat berdaya upaya sendiri atas dirinya sendiri. Oleh karena itu harus dipersiapkan untuk menghadapi lingkungan masyarakat. Zaman saat ini yang serba canggih dan digital maka kita harus siap memberi bekal murid dalam hal teknologi. Selain keterampilan lainnya seperti kolaborasi, berfikir kritis, berfikir kreatif, dan komunikasi. 

Oleh sebab itu semua Mari MengeTIK. Mari kita mengajar dengan mengintegrasikan TIK pada prosesnya, Kontennya juga produknya. Agar murid terbiasa berada dalam ekosistem digital, sehingga lebih mudah beradaptasi dalam masyarakat kelak. 

==Mari MengeTIK==

Berbagi di SD IT Global Batumarta merupakan suatu pengalaman tersendiri. Disini saya berbagi dengan tema Berdiferensiasi dengan Rumah Belajar. Banyak pengalaman seru saat berbagi. Hal yang luar biasa adalah beberapa guru di sekolah ini adalah murid saya. Ya, mereka adalah murid saya saat dibangku SMA. Saat ini mereka adalah mitra dan rekan sejawat dalam mengajar. Sungguh luar biasa. Ada rasa senang dan bangga saat mereka begitu semangat untuk menambah wawasan dan pengalaman. Binar mata penuh antusias sungguh merupakan suatu hal yang tidak ternilai. 



Banyak hal yang saya peroleh dari kegiatan kali ini. Bagaimana mereka dengan fasilitas yang ada berusaha untuk memaksimalkan proses pembelajaran. Bagaimana mereka mengutamakan karakter siswa diantara lainnya. Saya banyak berefleksi dari kegiatan berbagi kali ini. Salah satunya yaitu hasil asesmen dan pengamatan terhadap peserta didik di dapati beberapa siswa memiliki keistimewaan sehingga dalam proses pembelajarannya harus mengerahkan ilmu pendidikan inklusif. 

Silahkan disimak dokumentasi kegiatan berbagi dengan tema "Berdiferensiasi dengan Rumah Belajar"

Pembelajaran berdiferensiasi bisa dilakukan dengan memanfaatkan Rumah Belajar dalam mewujudkan Ekosistem Digital. Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas dalam memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Menurut Tomlinson (1999:14) dalam kelas yang mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi, seorang guru melakukan upaya yang konsisten untuk merespon kebutuhan belajar murid. Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam persiapan belajar murid sebelum memulai pembelajaran yaitu
  1. Kesiapan belajar (readiness) adalah kapasitas untuk mempelajari materi, konsep, atau keterampilan baru.
  2. Minat belajar merupakan suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri.
  3. Profil pelajar merupakan bagaimana murid paling baik untuk belajar.


Mengakomodir pembelajaran berdiferensiasi ini ada tiga strategi yang bisa dilakukan yaitu
  1. Diferensiasi konten
  2. Diferensiasi proses
  3. Diferensiasi produk
Rumah Belajar memiliki berbagai fitur yang bisa digunakan dalam mendukung pembelajaran berdifernsiasi antara lain sumber belajar, edugame, augmented reality, laboratorium maya dan banyak lainnya. Pada sumber belajar murid bisa mendapatkan madia pembelajaran dalam bentuk video, web, multimedia pembelajaran interaktif dan audio. Edugame menawarkan game edukasi yang cocok digunakan sebagai media siswa kinestetik dan juga disukai oleh banyak murid. Untuk augmented reality siswa mendapatkan pengalaman melihat bentuk asli dari materi yang dipelajari, murid visual sangat menyukai media ini. 

Pada pembelajaran asam basa saya menyiapkan satu link microsite yang memuat kumpulan materi yang dibutuhkan murid. Pemilihan microsite ini karena dekat dengan murid saat mereka berselancar di sosial media atau belanja online mereka sering menemukan microsite ini. Setelah proses pembelajaran berakhir, siswa diminta tagihan tugas-tugas dalam bentuk portofolio digital. Sehingga murid dekat dengan teknologi. Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan ekosistem digital sekolah. Cukup satu link dapat membuka semua tagihan murid. Disamping itu keterampilan literasi digital murid meningkat.

Awal pembelajaran saya membuka pembelajaran, memberikan pertanyaan pemantik kepada murid untuk memancing rasa ingin tahu. Kemudian saya memberikan media pembelajaran dalam bentuk microsite untuk selanjutnya murid menggali informasi dari berbagai bentuk yang bisa dipilih, yaitu video pembelajaran, multimedia pembelajaran interaktif, dan emodul. Diferensiasi konten dilakukan pada tahapan ini. Setelah menggali informasi murid menyelesaikan masalah yang dihadapi pada LKPD dengan dipadu dengan edugame agar siswa lebih merasa tertantang dan mengakomodir gaya belajar murid. Dibagian penutup untuk tagihan projek murid diminta untuk membuat Google Site sebagai portofolio digital berisi kumpulan tugas murid pada materi asam basa (Larutan asam basa, larutan penyangga, hidrolisis garam). Bagian ini merupakan bagian dari usaha saya dalam menghadirkan ekosistem digital sekolah. 

Mohon umpan balik untuk praktik baik ini di PMM dengan link https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/143453

Berikut adalah video dokumentasi kegiatan praktik baik pembelajaran berdiferensiasi memanfaatkan Rumah Belajar Wujudkan Ekosistem Digital. Silahkan disimak.


Kali ini Komunitas Smanda Belajar berkolaborasi dengan Komunitas Belajar SMAN 4 Tanjung Jabung Barat dalam suatu webinar dengan tema "Praktik Baik Pembelajaran Berbasis TIK". Komunitas Smanda Belajar membuat webinar di PMM dengan link yang sama dengan Komunitas Belajar SMAN 4 Tanjung Jabung Barat. Sehingga kedua anggota komunitas dapat berbagi pengalaman dan praktik baik.





Komunitas Belajar adalah sekelompok guru, tenaga kependidikan, dan pendidik lainnya yang memiliki semangat dan kepedulian yang sama terhadap transformasi pembelajaran melalui interaksi secara rutin dalam wadah di mana mereka berpartisipasi aktif. Adapun manfaat dari komunitas belajar ini adalah memfasilitasi belajar bersama tentang Kurikulum Merdeka, memfasilitasi diskusi pemecahan masalah sekaligus berbagi praktik baik Kurikulum Merdeka, memfasilitasi kolaborasi pengembangan perangkat ajar berbasis Kurikulum Merdeka dan memfasilitasi refleksi pembelajaran rekan sejawat. Apabila ingin mendaftar Komunitas Belajar bisa dilakukan di Platform Merdeka Mengajar dengan syarat pengurus sudah menyelesaikan minimal satu topik Pelatihan Mandiri.

Praktik Baik Pembelajaran Berbasis TIK yang diangkat kali ini adalah Praktikum Virtual Enzim Katalase Memanfaatkan Fitur Laboratorium Maya dari Portal Rumah Belajar oleh Pak Rahmat Effendi dari Komunitas Belajar SMAN 4 Tanjung Jabung Barat dan Implementasi Rumah Belajar dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Wujudkan Ekosistem Digital oleh Ibu Rani Nawang Sari dari Komunitas Smanda Belajar. 

Pada saat webinar berlangsung ternyata banyak peserta diluar komunitas juga ikut bergabung, seperti dari Jombang, Sumatra Barat, Pontianak, Banjarnegara. Sehingga makin seru sharing dan diskusi yang terjadi. Hal ini disebabkan pengalaman dan temuan yang berbeda dari masing-masing peserta serta saling refleksi pembelajaran yang telah dilakukan. Kegiatan webinar bisa disaksikan pada video berikut

Referensi: Materi “Komunitas Belajar” dari Bimbingan Teknis Penguatan IKM di Tangerang, pada 13 - 16 Juni 2022



 

Banyak rekan-rekan guru yang bingung dengan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang saat ini sedang berjalan. Ada beberapa sekolah ternyata masuk kategori IKM Mandiri Belajar. Tetapi tidak sedikit yang menjalankan Kurikulum Merdeka karena masuk dalam kategori IKM Mandiri Berubah. Keresahan dan kebingungan itu makin bertambah karena Kementrian Pendidikan tidak menyelenggarakan pelatihan sebagaimana dilakukan saat awal pelaksanaaan Kurikulum 2013. Ada beberapa guru terpilih yang kemudian menjadi Instruktur Kabupaten atau Instruktur Nasional. Mereka bertugas menjadi narasumber dan melakukan pelatihan bagi guru-guru untuk pelaksanaan Kurikulum 2013.

Berbeda dengan IKM ini, Kementrian Pendidikan tidak melakukan pemilihan instruktur baik nasional maupun kabupaten, juga tidak melakukan pelatihan. Guru diminta untuk belajar mandiri. Tentu ini hal yang baru bagi sebagian besar guru. Kebingungan mulai melanda. Tidak tau harus mulai dari mana, apa yang harus dilakukan.

Ternyata Kementrian Pendidikan sudah mengantisipasi dan menyiapkan semuanya untuk menjawab kebingungan dan kegalauan para guru. Platform Merdeka Mengajar (PMM) hadir untuk hal itu. PMM merupakan suatu paket komplit untuk memenuhi kebutuhan guru. Didalamnya guru dapat mengajar, belajar dan berkarya. Ada beberapa fitur untuk hal itu. Silahkan klik PMM 

 

Pelatihan Mandiri dalam PMM dibuat untuk guru belajar secara mandiri dan fleksibel. Dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Ada beberapa topik ditampilkan terkait IKM seperti Merdeka Belajar, Kurikulum Merdeka dan banyak lainnya. Materi disajikan dengan sederhana dan mudah diakses. Terdapat video singkat dengan tampilan menarik dan mudah dicerna terkait topik pelatihan. Ada pula refleksi dan posttest untuk mereview pemahaman guru terhadap materi. Setelah unggah aksi nyata dan divalidasi maka guru akan mendapat sertifikat.

Hal ini saya sampaikan kepada para guru SD yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru Gugus III Dewantara Kec. Lubuk Raja Kab. Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatra Selatan 16 Agustus 2022. Berikut dokumentasi kegiatan.


 

Peta Budaya merupakan salah satu fitur dalam platform Rumah Belajar. Pada pelaksanaan projek kearifan lokal, peta budaya merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai kegiatan siswa. Pada pelaksanaan projek guru diminta untuk membuat modul projek yang berisi aktifitas yang harus dilakukan siswa. Berbeda dengan modul ajar dalam modul projek harus memuat beberapa tahap yaitu 

  1. Tahap Temukan
  2. Tahap Bayangkan
  3. Tahap Lakukan
  4. Tahap Bagikan
Pada tahap temukan guru diminta untuk merancang kegiatan dimana siswa mampu mengidentifikasi diri dan sosial, serta tantangan yang ada disekitar terkait dengan kearifan lokal budaya. Untuk itu tentu siswa harus dibekali dengan berbagai informasi dan pengalaman belajar mengenai berbagai kearifan lokal yang ada disekitar.



Fitur Peta Budaya menyajikan berbagai macam kebudayaan dan sejarah dari kearifan lokal yang ada di Indonesia. Begitu juga dengan adat istiadat, dan permainan tradisional yang ada. Ada pula informasi mengenai museum yang bisa jadi tidak terdapat di daerah tinggal siswa. 

Setelah siswa menggali identitas diri dan sosial serta menemukan tantangan yang ditemui dari segi kearifan lokal baru bisa melangkah ke tahap selanjutnya yaitu bayangkan. Harapannya setelah menelusuri fitur Peta Budaya siswa bisa mendapat gambaran apa yang harusnya mereka lakukan setelah menemukan tantangan yang ada. 

Setelah siswa selesai hingga tahap akhir dari modul projek yaitu tahap bagikan, maka siswa dituntut untuk mampu menunjukkan apa yang diperolehnya setelah melakukan kegiatan projek. Pada tahap ini siswa diminta membuat Portofolio Digital sebagai salah satu bekal agar siswa memiliki kecakapan digital dan dapat diaplikasikan dalam kebidupan bermasyarakat kelak. Penggunaan Portofolio Digital juga dalam rangka perwujudan ekosistem digital sekolah. Protofolio Digital yang dibuat siswa dalam bentuk google site yang memuat seluruh aktifitas siswa selama mengikuti Projek. Link Portofolio Digital Siswa juga bisa dilihat dengan klik disini.

Praktik baik ini dibagikan dalam webinar Komunitas Belajar.id Sumatra Selatan "Praktik Baik Pemanfaatan Rumah Belajar" yang bisa disimak dalam video dibawah. Webinar ini merupakan kolaborasi dengan Sahabat Rumah Belajar Sumatra Selatan tahun 2022 yang terdiri dari Rani Nawang Sari, Febri Sulih Pambudi, Randy Oktari, dan Syari Hasniati. Masing-masing membawakan praktik baik yang sudah dilakukan. Selain saya Rani Nawang Sari dengan praktik baik Pemanfaatan Peta Budaya dalam Projek Kearifan Lokal, juga ada Febri Sulih Pambudi dengan judul Sumber Belajar Mempermudah Pemahaman Pembelajaran Kimia. Randy Oktari menyampaikan Pemanfaatan Fitur Rumah Belajar Edugame untuk Pembelajaran yang Menyenangkan. dan Syari Hasniati berbaci cara Mengembangkan Bernalar Kritis dengan Bermain Augmented Reality Rumah Belajar. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Balai Guru Penggerak ibu Ohorella Erma dan Pembicara Tamu Bapak Wahyu Hidayat sebagai Duta Rumah Belajar 2021.


Salah satu upaya dalam mewujudkan ekosistem digital disekolah adalah menggunakan bank data yang dikemas secara mudah akses dalam microsite. Seperti diketahui bahwa ditiap sekolah terdapat Tenaga Administrasi Sekolah yang mengurusi seluruh keperluan administrasi dan pengarsipan berkas. Baik itu data kepegawaian, data kesiswaan hingga penilaian dan dokumentasi kegiatan sekolah. Selain untuk memudahkan dalam pencarian ketika dibutuhkan hal ini juga bermanfaat untuk akreditasi sekolah.

Tumpukan berkas di kantor merupakan pemandangan yang umum ditemui dibanyak sekolah. Manajemen arsip yang berantakan seringkali menunda dan menghambat pekerjaan sebagian guru. Sebagai bagian dari ekosistem sekolah hal ini berimbas kepada warga sekolah pada umumya dan siswa pada khususnya. Saat siswa membutuhkan rekap nilai, data ijazah, dan lainnya akan terhambat jika menataan berkas dan data tidak rapi dan sulit diakses. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah menyimpan seluruh data secara digital. 

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan dan memilah berkas menjadi kelompok data. Kelompok data terbagi menjadi Kepegawaian, Kesiswaan dan Kurikulum (penilaian). Kelompok Kepegawaian berisi seluruh data guru dari SK, Berkala, Surat Tugas, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan data kepegawaian lainnya. Untuk Kesiswaan berisi foto siswa, foto kegiatan siswa, daftar absen kelas, data siswa (alamat, data orang tua, Ijazah) dan data sejenis lainnya. Sedangkan untuk Kurikulum atau penilaian berisi perangkat mengajar guru, leger siswa, dokumen supervisi, backup rapot siswa.



Seluruh berkas hardcopy diubah kebentuk softcopy untuk diunggah ke drive bersama. Dalam Drive dibuat folder sesuai kelompok data. Masing-masing folder kemudian disalin linknya dan dimasukkan dalam microsite. Pemilihan microblog karena mudah dalam akses dan simpel dalam penggunaan serta lebih kekinian dan familiar bagi Tenaga Administrasi Sekolah.

Untuk akses pengunjung dibatasi hanya orang-orang tertentu yang bisa mengakses seperti Tenaga Administrasi Sekolah, Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah yang bisa mengakses untuk menghindari penyalahgunaan data. 

Praktikum Reaksi Endoterm dan Eksoterm pada PJJ dapat dilakukan dengan menggunakan fitur Laboratorium Maya Pada Portal Rumah Belajar. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan proses pembelajaran yang banyak dilakukan saat ini. Pandemi Covid-19 membuat PJJ menjadi pilihan yang harus diambil. Ketercapaian kurikulum tidak lagi menjadi fokus utama. Kebermaknaan PJJ dan partisipasi siswa lebih diprioritaskan.





Kimia merupakan mata pelajaran yang tidak dapat lepas dari praktikum di laboratorium. Tujuan pratikum yaitu agar siswa mendapat keterampilan teknis, misalnya, manipulasi peralatan dan material, observasi, pengumpulan data, analisis data, interpretasi hasil observasi, pemecahan masalah, kerja tim, mendesain eksperimen, dan keterampilan berkomunikasi. PJJ membuat tidak memungkinkan dilaksanakan praktikum langsung di laboratorium.


Tujuan praktikum walau tidak secara utuh harus tetap diperoleh siswa. Mengatasi hal ini maka digunakanlah Laboratorium Maya yang merupakan salah satu fitur utama portal Rumah Belajar. Kali ini siswa SMN 2 OKU kelas XI IPA menggunakan Laboratorium Maya pada materi Reaksi Eksoterm dan Endoterm. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman belajar untuk membuktikan Reaksi Eksoterm dan Endoterm pada reaksi secara langsung. Siswa dapat pengumpulan data, analisis data, interpretasi hasil observasi, pemecahan masalah dan mendapatkan keterampilan komunikasi dengan membuat laporan hasil praktikum.

Berikut disajikan tutorial penggunaan Laboratorium Maya para Reaksi Eksoterm dan Endoterm.




Merdeka Belajar Melalui Rumah Belajar menjadi judul Vlog saya untuk tugas Pembatik Level 4. Pada Vlog ini saya menceritakan inovasi pembelajaran yang saya lakukan. Inovasinya yaitu Pendekatan STEAM dalam PjBL Mewujudkan Merdeka Belajar Melalui Rumah Belajar. Saya menggunakan model Projek Based Learning yaitu model pembelajaran yang lebih menekankan pada keterampilan proses sains dan berkaitan dengan kehidupan nyata.  Pendekatan STEAM yaitu Sains, Technologi, Engineering, Art dan Mathematic. STEAM menggambarkan peran seni dalam desain dan sains. 



Karena pandemi Covid-19, proses pembelajaran dilakukan secara daring menggunakan grup telegram. Dengan pertimbangan kemudahan akses dan kualitas sinyal yang ada. Tahapan yang dilakukan yaitu pengenalan masalah, perencanaan, menyusun jadwal, monitoring kegiatan, presentasi, dan evaluasi. 

Pengenalan masalah dengan memberikan masalah yang ada di lingkungan sekitar. Karena yang dibahas adalah Pembakaran Hidrokarbon maka siswa diberi masalah pencemaran udara. Pertanyaan pemicu diberikan agar siswa dapat mengenali masalah dan terarah pada projek yang akan dilakukan. Pertanyaan pemicu disini adalah bagaimana penyebab pencemaran udara dan akibatnya terhadap lingkungan. Untuk membantu siswa memahami lebih lanjut saya memberikan link video dari Sumber Beajar di Rumah Belajar mengenai Pencemaran Udara 

Selanjutnya saya membimbing siswa melakuan perencanaan kegiatan. Saya membagi siswa dalam kelompok kecil, menentukan projek dam membantu siswa dalam membuat rencana kerja. Selanjutnya saya membimbing siswa dalam menyusun jadwal kegiatan projek agar mereka bisa rapih bekerja terjadwal. Kemudian melakukan monitoring kegiatan, apakah sudah sesuai dengan jawal atau belum, apakah siswa mengalami permasalahan atau tidak. Kegiatan ini dilakukan pada grup telegram  

Kemudian siswa melakukan presentasi dengan cara mengirimkan video ke grup telegram. Presentasi yang disampaikan boleh dalam bentuk yang mereka sukai seperti paparan langsung, puisi, cerpen, poster, dan lain sebagainya sesuai dengan minat, bakat dan potensi mereka. Sehingga anak merasakan pembelajaran yang memerdekakan pada pelajaran Kimia. 

Setelah Presentasi  dilakukan evaluasi dengan memberikan soal-soal dari Bank Soal Rumah Belajar. Berikut Tugas Vlog Pembatik Level 4 Merdeka Belajar Melalui Rumah Belajar


Pembatik Level 4 mengajarkan saya banyak hal yaitu Pelajaran Mengajar dan Hidup. Tugas berbagi yang diberikan sungguh luar biasa. Melalui tugas ini saya mendapatkan hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya..



Awalnya saya hanya menganggap berbagi adalah hal yang biasa. Hanya menyampaikan materi dan selesai. Ternyata tidak sesederhana itu. Berbagi tidak hanya menyampaikan materi atau aplikasi saja, harus disertai niat tulus dan ikhlas untuk berbagi. Berbagi hakikatnya sedekah, maka akan membuat kita kaya alan ilmu dan pengalaman.

Selain membagikan pengalaman praktik baik  mengenai Rumah Belajar, disini saya juga mendapatkan pengalaman hidup. Bagaimana kondisi daerah yang fasilitas tidak memadai tetapi tetap dapat memanfaatkan Rumah Belajar. Lain hari bertemu dengan rekan yang begitu menyukai dengan Rumah Belajar sehingga mengetahui dengam detil kekurangannya.

Berbagi mengajarkan saya sabar, mendengarkan, memahami kondisi yang ada. Bersama-sama mencari solusi untuk permasalahan mengajar yang ada dengan memanfaatkan Rumah Belajar. Pelajaran hidup, pelajaran mengajar, banyak saya dapatkan. Terimakasih kepada tutor dan para DRB juga segenap panitia yang terlalu panjang jika disebutkan satu persatu.. Sudah menyelenggarakan dan mendesain pelatihan PembaTIK yang sedemikian hebatnya. Sampai dititik ini saya bangga dengan hal ini. Terimakasih sudah memberikan  kesempatan saya menjadi bagian dari Pembatik Level 4. 

Rumah Belajar, Belajar Dimana Saja, Kapan saja, Dengan Siapa Saja.
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.

Hari ini ada undangan dari Pengawas Supervisi Mutu mengenai Sosialisasi E Supervisi Mutu. Sebagai ketua Tim Pengembang Mutu Sekolah saya hadir di kegiatan ini. Acara ini dihadiri seluruh Pengawas SMA dan SMK, Operator Sekolah dan Tim Pengembang Mutu Sekolah yang ada di Kabupaten OKU..


Sosialisasi Pengawas_Rani Nawang Sari


Kegiatan diisi oleh paparan dari ketua pengawas mengenai supervisi mutu dan indikator supervisi. Rapot mutu sekolah juga menjadi pembahasan. Indikator apa saja yang harus ditingkatkan dan kendala yang dihadapi. Solusi apa yang akan dilakukan untuk peningkatan mutu sekolah.

Sesi kedua diisi mengenai evaluasi dan data Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Bagaimana pelaksanaan, kendala, dan solusi yang dilakukan. Menarik disini karena pada format isian ada aplikasi yang dipakai untuk PJJ ada Rumah Belajar Kemdikbud  Langsung saja saya menyampaikan kepada ketua Pengawas bahwa saya minta waktu sedikit untuk menyampaikan apa itu Rumah Belajar.

Permintaan saya disetujui dan saya melakukan aksi spontan sosialisasi rumah belajar tanpa persiapan. Beruntung saya selalu membawa rompi Rumah Belajar di tas. Jadilah saya memaparkan mengenai Rumah Belajar. Ternyata mereka sudah mengetahui tetapi belum optimal dalam penggunaan. Hikmah kejadian hari ini adalah dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja harus sebarkan Rumah Belajar. Semangat berbagi.

Merdeka belajarnya, Rumah Belajar portalnya, Maju Indonesia



Hari ini jadwal Sosialisasi Merdeka Belajar Melalui Rumah Belajar di SMPN 3 OKU. Tetapi suamiku tidak bisa menemani karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Memang selama ini aku selalu ditemani oleh suami setiap ingin sosialisasi ke beberapa sekolah. Dia membantu dalam mengabadikan momen yang ada. Terimakasih suamiku, kamu suami hebat. Akhirnya diputuskan menghubungi salah satu sahabat untuk membantu dalam kegiatan sosialisasi kali ini. Sahabatku ini antusias sekali membantu. Hal ini dikarenakan saat sosialisasi di sekolah kami, dia harus menghadiri acara pernikahan saudaranya di kampung. Jadilah sosialisasi kali ini bersama sahabatku Evi Rohyani.

Sosialisasi di SMPN 3 OKU

Sesampainya di SMPN 3 OKU kami disambut dengan ramah dan sudah disiapkan aula untuk kegiatan sosialisasi. Semua sudah dipersiapkan dengan rapih. Terimakasih untuk ini semua. Saat acara akan dimulai, ternyata sahabatku diminta untuk jadi pembawa acara. Alhasil yang mengabadikan momen ini adalah rekanku yang kebetulan hari itu mengajar daring dari SMPN 3 OKU. 

Sosialisasi berjalan lancar, para guru SMPN 3 OKU antusias dalam menerima materi. Ternyata SMPN 3 OKU sudah memiliki akun penyelenggara kelas maya, tetapi belum digunakan secara optimal. Ada Beberapa guru yang belum mengetahui apa itu rumah belajar. Bagaimana cara menggunakannya, bisakah sumber belajarnya digunakan secara offline, dan masih banyak pertanyaan lainnya. Senang melihat rekan-rekan guru bersemangat untuk menggunakan rumah belajar. Diharapkan semangat ini akan terus berlanjut tidak hanya saat sosialisasi saja. 

Berikut Laporan Sosialisasi Merdeka Belajar Melalui Rumah Belajar di SMPN 3 OKU disajikan dalam bentuk buku saku cerita anak. Hal ini dalam rangka menghantarkan anak untuk memperoleh pembelajaran yang memerdekakan.


Kali ini saya akan berbagi mengenai sosialisasi Tatap Maya Pesona Rumah Belajar yang penuh perjuangan oleh para Pejuang Sinyal..

Tatap Maya Pesona Rumah Belajar_Rani Nawang Sari

Tugas dari kegiatan PembaTIK level 4 adalah berbagi. Kami membagikan inovasi pembelajaran dan portal Rumah Belajar kepada masyarakat. Kegiatan ini bisa dilakukan melalui tatap muka atau tatap maya. Setelah berbagai pertimbangan akhirnya saya memutuskan untuk melakukan berbagi dengan tatap muka. Salah satunya kualitas sinyal yang buruk. Daerah tempat saya tinggal sekolah mewajibkan guru untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dari sekolah. Sehingga setiap hari sekolah penuh dengan guru, tetapi tidak dengan murid. Hanya ada beberapa murid yang datang untuk mengurus masalah administrasi. Setelah melakukan beberapa kali berbagi dengan cara tatap muka, ada keinginan untuk melakukan berbagi secara tatap maya.


 

Amirudin Jauhari_Rani Nawang Sari

Bertemu dengan banyak orang dalam suatu webinar membuat aura tatap maya begitu menggoda untuk dilakukan. Akhirnya setelah berkomunikasi dengan rekan sesama SRB akhirnya terjadi kesepakatan untuk berbagi secara tatap maya. PEmbelajaran SOlutif dan iNovAtif di Rumah Belajar dikemas menjadi PESONA RUMAH BELAJAR. Kegiatan ini diikuti oleh SRB dari Jogja ibu Evi, Jambi Pak Rahmad Hidayat, Lampung ibu Eva dan Banten ibu Nur Paridah. Selain itu kami juga berhasil mendatangkan bintang tamu dari Pustadin Bapak Amirudin dan SRB 2018 Bapak Amirudin Jauhari.


Demi kelancaran acara, kami memutuskan untuk sewa zoom meeting. Sehingga semua bisa menjadi host, apabila salah satu dari kami terlempar karena sinyal acara masih dapat berjalan. Pembagian dan susunan materi juga sudah dipersiapkan. Siapa bertugas menjadi host, dan moderator sudah tersusun rapih, tinggal pelaksanaan saja. Awalnya berjalan baik-baik saja, bintang tamu Bapak Amirudin memberikan materi mengenai pengambilan gambar dengan lancar dan tanpa kendala. Pak Ardius juga sudah memberikan kesan dan tips menjadi DRB. Saatnya para SRB beraksi. Tetapi apa mau dikata, rencana hanya sebatas di grup Whatsapp saja. Pelaksanaan tidak sesuai karena sinyal yang tidak bersahabat sehingga para SRB banyak yang terlempar. Saya sedang asyik menjelaskan materi, tiba-tiba terlempar. Salah seorang SRB Sumatera Selatan bu Intan Widora malah tidak bisa tampil karena sinyalnya tidak memungkinkan. Tetapi acara tetap perjalan lancar. Saat teman yang satu terlempar tugas dilanjutkan oleh teman yang masih ada dalam room. Bersyukur kami memilih untuk sewa zoom meeting sehingga memungkinkan semua dari kami para SRB untuk menjadi host dan share screen. Kenangan yang tidak terlupakan dari kami para pejuang sinyal.




Berikut video rekaman Tatap Maya Pesona Rumah Belajar

Saat mengetahui bahwa saya menjadi peserta Pembatik Level 4 maka, saya sudah berniat akan melakukan sosialisasi Merdeka Belajar Melalui Rumah Belajar di SMAN 1 Bumi Agung Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung. Saya sudah bertekad untuk melakukan sosialisasi disini karena ini adalah tempat rekan terdekat saya berada. Saya bertugas di sekolah ini selama lima tahun dari 2009 sampai 2014. Banyak cerita tertulis di sekolah ini. Memahami dengan sangat bagaimana karakter guru dan murid disana. Untuk itu saya tidak menyesal melakukan sosialisasi, walau jarak yang jauh dan harus memboyong suami dan anak.. 

Sosialisasi Rumah Belajar di SMAN 1 Bumi Agung_Rani Nawang Sari



Saya ingin mudik, itu kalimat yang saya ucapkan kepada Kepala Sekolah saat saya melakukan pembicaraan via telpon. Kepala Sekolah menyambut baik permohonan izin sosialisasi saya, dan dengan senyum dibibir optimis melakukan sosialisasi di SMAN 1 Bumi Agung. 

Saat melakukan paparan saya mengatakan bahwa saya ingin membagikan oleh-oleh kepada rekan-rekan. Oleh-oleh yang saya bawa ini merupakan hasil perjalanan saya di pelatihan Pembatik yang diselenggarakan oleh Pusdatin secara daring. Mengenai konsep Merdeka Belajar, hal ini saya dapatkan dari Pembekalan Calon Pendamping Guru Penggerak. Alhamdulillah sekarang saya berstatus sebagai Pendamping Guru Penggerak. 

Bagaimana konsep Merdeka Belajar Melalui Rumah Belajar agar Indonesia semakin maju. Guru harus memandang anak dengan rasa hormat, harus terampil menciptakan pembelajaran yang membahagiakan anak. Guru harus bisa membimbing anak menguasai keterampilan abad 21 dimana mereka siap terjun di masyarakat. Guru harus bersiap untuk itu. Rumah Belajar merupakan salah satu solusi untuk semua hal itu. 

Berikut video pelaksanaan sosialisasi


Sosialisasi kali ini Merdeka Belajar Melalui Rumah Belajar di SMAN 2 OKU. Semangat sosialisasi kali ini berbeda dengan yang lain. Hal ini dikarenakan pelaksanaannya disekolah sendiri. Saya bertugas di SMAN 2 OKU memasuki tahun ketujuh. Antusias yang saya rasakan juga dirasakan oleh rekan-rekan yang lain. Semangat berbagi kepada mereka. 



Merdeka Belajar Melalui Rumah Belajar menjadi tema kali ini. Saya ingin menyebarkan semangat Merdeka Belajar yang telah saya pelajari pada pelatihan Pembekalan Calon Pedamping Guru Penggerak. Setelah saya dinyatakan sebagai Pendamping Guru Penggerak inilah pertama kali saya membawa Merdeka Belajar pada sosialisasi. Sesuai slogan yang ada di twibon Pembatik Level 4, Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia. Harapan saya dengan filosofi Merdeka Belajar yang diterapkan oleh rekan-rekan pada pembelajaran dan menggunakan media Rumah Belajar maka pendidikan di Indonesia akan maju. Aamiin aamiin aamiin.

Laporan Sosialisasi Praktik Baik Berbasis TIK Memanfaatkan Portal Rumah Belajar kali ini dilakukan di SMPN 1 Madang Suku III Kabupaten OKU Timur. Sekolah ini terletak di jalan poros Batumarta VI. Merupakan sekolah dengan akreditasi A dengan siswa yang menjadi langganan pemenang OSN dan O2SN. Banyak bibit atlit dari sekolah ini yang diterima di SMAN Olah Raga Sumatera Selatan.  

Sosialisasi di SMPN 1 Madang Suku III_Rani Nawang Sari

Sempat cemas dengan kegiatan sosialisasi, mengingat banyak guru-guru senior disekolah ini. Tetapi ternyata mereka sangat bersemangat dengan Rumah Belajar. Mereka berniat untuk menggunkannya dalam proses pembelajaran. Kehawatiran berubah menjadi rasa bangga, karena para guru senior yang antusias dan bersemangat untuk mempelajari portal Rumah Belajar.  Datang dengan rasa hawatir, pulang dengan rasa bangga itulah ceritaku hari ini di SMPN 1 Madang Suku III OKU Timur. 

Berikut laporan kegiatannya.

Pembelajaran Yang Memerdekakan Anak harus dilakukan oleh semua guru di berbagai jenjang. Sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara dimana anak lahir dengan kodratnya. Kodrat yang dimaksud adalah kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam adalah minat, bakat dan potensi yang dimilikinya. Sedangkan kodrat zaman adalah keluarga, tempat tinggal dan di zaman apa anak dilahirkan.

Pembelajaran Yang Memerdekakan_Rani Nawang Sari



Kodrat alam sebagai guru kita harus bisa menumbuhkan minat, bakat dan potensi yang dimiliki anak. Kodrat zaman sebagai guru kita harus mempersiapkan anak untuk terjun di masyarakat. Saat ini revolusi industri 4,0 dimana siswa harus memiliki keterampilan 4C yaitu critical thinking (berpikir kritis), creativity thinking (berpikir kreatif), communication (komunikasi), dan collaboration (kolaborasi). Dunia digital sudah di depan mata, literasi digital anak harus ditingkatkan. Pembelajaran Yang Memerdekakan harus mengakomodasi itu semua. Untuk itu semua guru wajib mempersiapkan diri. Salah satu caranya dengan mengikuti pelatihan Pembatik dan menggunakan Portal Rumah Belajar.


Sosialisasi kedua Praktik Baik Pembelajaran Berbasis TIK Memanfaatkan Portal Rumah Belajar dilaksanakan di SMAN 1 Madang Suku III. Merupakan pengalaman yang luar biasa. Berbagi dengan rekan-rekan yang antusias menerima apa yang saya bagikan. Rumah Belajar merupakan bukan hal baru bagi rekan-rekan disini. Mereka sudah pernah berkenalan dengan Rumah Belajar tetapi belum menggunakannya.   
Sosialisasi Rumah Belajar_Rani Nawang Sari


Berikut laporan kegiatan Sosialisasi Praktik Baik Pembelajaran Berbasis TIK Memanfaatkan Portal Rumah Belajar di SMAN 1 Madang Suku III. 

 

Jika ingin melihat video Sosialisasi Praktik Baik Pembelajaran Berbasis TIK Memanfaatkan Portal Rumah Belajar di SMAN 1 Madang Suku III, silahkan. Berikut videonya. Selamat menikmati


Powered by Blogger.