Sekolah tidak hanya mencetak siswa dengan kemampuan kognitif yang baik, tetapi juga memiliki disiplin positif yang baik. Suasana positif sangat mendukung dalam menciptakan pembelajaran yang kondusif karena dengan suasana yang positif, murid dan guru akan menemukan suatu kondisi pembelajaran yang menyenangkan sehingga proses pembelajaran dapat berjalan tanpa adanya suatu beban. Tapi suatu kebutuhan suasana positif juga akan membantu menggerakkan moral yang positif bagi murid sehingga karakter murid tidak hanya terbentuk dari akademik/intelektualnya saja tapi juga dari lingkungan yang ada..

Disiplin positif merupakan uatu cara penerapan disiplin tanpa kekerasan dan ancaman. Melibatkan komunikasi tentang perilaku yang efektif antara guru dan murid Murid diajarkan untuk memahami konsekuensi dari prilaku mereka selain itu disiplin positif juga mengajarkan murid tanggung jawab serta rasa hormat dalam berinteraksi dalam lingkungannya. Disiplin posistif merupakan salah satu cara penerapan disiplin yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran serta memberdayaan murid untuk melakukan sesuatu tanpa sogokan, ancaman maupun hukuman. Disiplin positif akan melahirkan nilai-nilai kebajikan.

Hukuman bersifat tidak terencana atau tiba-tiba. Hukuman yang diberikan bisa berupa fisik maupun psikis, murid/anak disakiti oleh suatu perbuatan atau kata-kata. Konsekuensi, sudah terencana atau sudah disepakati; sudah dibahas dan disetujui oleh murid dan guru. Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004)

   

Silahkan simak kegiatan Webinar Komunitas Belajar.id dengan topik Budaya Positif

 

Post a Comment

Powered by Blogger.